Sari Daun Mengkudu– Si Air Emas ( 2 ) – oleh R. Hindar Boesono

Setelah membahas tentang buah mengkudu sekarang kami ingin mengangkat kehebatan daun mengkudu yang tak kalah manfaatnya dengan buah mengkudu. Daun mengkudu kaya akan asam amino dan alkaloid, maka daun mengkudu memiliki nilai atau kandungan nutraceutical yang tidak kalah dengan kandungan yang terdapat dalam buah mengkudu. Mendapatkan daun mengkudu relatif lebih mudah dibandingkan mendapatkan buah mengkudu, kadang-kadang ada pohon mengkudu yang karena terlalu subur menghasilkan daun yang banyak dan besar-besar tetapi buahnya kecil-kecil.

Maka dalam artikel Sari Daun Mengkudu “ Si Air Emas ”  bagian ke-2 ini akan akan mempertunjukan tentang cara penggunaan daun mengkudu sebagai bahan baku pembuatan air emas dengan cara melarutkan sari daun kedalam air gula, jadi proses ini sangat berbeda dari pembuatan air emas yang diambil dari buah.

Daun mengkudu muda bisa dilalap , bisa digunakan menjadi sayur pecel, bisa menjadi pembungkus pepes ikan, pepes daging, pepes tahu, dan lain-lainnya, rasa pepes san nya relatif lebih enak dibandingkan dengan pembungkus daun yang lainnya, banyak ibu-ibu yang menggunakan daun mengkudu untuk menjadi racikan nasi goreng. Bagaimana dengan daun mengkudu yang sudah tua, apakah tidak bermanfaat ? Ya, daun mengkudu tua bisa dicampurkan dengan daun mengkudu muda untuk membuat Air Emas.

Kami mengajak para pembaca untuk mengenal daun mengkudu dari dekat, bisa jadi diantara kita ada yang belum pernah tahu berapa umur daun mengkudu muda dan umur daun mengkudu tua, walaupun mungkin didekat rumahnya tumbuh pohon mengkudu.
Umur daun mengkudu muda kira-kira 2 sampai 3 bulan di hitung dari munculnya kuncup daun, dan daun tua berumur 3 sampai 5 bulan. Daun mengkudu tumbuh selang-seling dengan buah mengkudu, sebagai perbandingan kasar, rata-rata setiap 3 daun tumbuh, tumbuh juga 1 buah di tiap-tiap ranting pohon mengkudu.

Untuk memperoleh daun yang banyak diperlukan batang dan cabang yang besar dan kuat agar ranting-rantingnya dapat tumbuh banyak. Jadi jika batang pohonnya besar dan tinggi maka cabang-cabangnya akan banyak demikian juga dengan ranting-rantingnya.
Cara lain untuk memperbanyak cabang, ranting, dan daun mengkudu yaitu dengan menebang batang pohon mengkudu yang besar dan tinggi, yang sudah berumur 7 tahun ke atas, karena jika pohon sudah tua biasanya buahnya akan menjadi kecil-kecil dan daunnya juga kecil-kecil. Tebanglah pohon yang sudah tua dan  tinggi, untuk diremajakan, batangnya ditebang kira-kira 1 meter diatas permukaan tanah, kemudian akan tumbuh cabang-cabang baru yang lebih banyak dari sebelumnya, sehingga akan menghasilkan ranting-ranting dan daun-daunnya.

Cara membuat Air Emas dari daun mengkudu :

  1. Iris-iris daun mengkudu 100 gram sekecil mungkin, rendam dalam air bersih 2 liter dalam
    jerican plastik ukuran 5 liter, dan campurkan gula tebu kira-kira 15%.
  2. Setelah direndam selama 3 bulan, kocok-kocok jerican sedemikian rupa , sehingga irisan kecil-kecil daun mengkudu dapat larut dalam air.
  3. Saring larutan air daun mengkudu sampai bersih, dan tambahkan gula dan cuka mengkudu secukupnya ( lihat cara membuat cuka, di Natural Preservative atau Pengawet alami yang aman ), sehingga terasa asam manis, dan simpan sampai proses fermentasi selesai dan mengeluarkan aroma wangi khas daun mengkudu.

Semoga bermanfaat bagi semua pembaca artikel ini.

Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s