Natural Preservative ( Pengawet alami yang aman ). – oleh R . Hindar Boesono

Air Emas jika diberi tambahan pemanis alami ( gula tebu sebanyak 10 % ) dan disimpan selama bertahun-tahun maka akan berubah menjadi cuka atau cuka mengkudu. Cuka mengkudu ini dapat berfungsi sebagai pengawet alami, jika dicampurkan dengan sari buah lainnya, misalnya : sari buah mangga, sari buah jambu biji, sari rimpang jahe, dll.

Penemuan cuka mengkudu ini diperoleh secara tidak sengaja, kira-kira bulan Mei tahun 2001/2002 setelah muncul artikel di website maupun koran-koran lokal dan koran terbesar di Indonesia menyebutkan isu peredaran jus mengkudu yang mengandung alkohol 20%, dan ini sangat mengganggu hati nurani banyak langganan kami, dan buntut dari isu ini langganan-langganan kami mengembalikan  jus mengkudu yang sudah dibeli.

Saking banyaknya jus mengkudu yang dikembalikan, yang dianggap haram waktu itu, kemudian botol-botol tersebut dibuka dan jusnya  ditumpahkan sehingga terkumpul dalam 3 drum penuh, dan kami tempatkan diruang tamu.

Entah bagaimana waktu itu ketika kami menerima seorang tamu yang pernah punya pengalaman bertahun-tahun bekerja di pabrik anggur di Eropa, tiba-tiba beliau mencium aroma yang keluar dari 3 drum diruangan tamu, dan beliau meminta izin agar drum-drum itu dibuka, dan beliau langsung mengatakan “ Pak ini cuka mengkudu “ seraya melanjutkan dan bertutur tentang pengalamannya bagaimana anggur-anggur ditempat kerja di Belgia, jika penyimpanannya tidak baik, teroksidasi, akhirnya anggur-anggur itu bisa menjadi cuka anggur ( Vinegar ).

Tamu itu kemudian meminta satu botol mengkudu yang dianggap haram itu, dan sesampai dirumahnya beliau memeriksa  dengan seksama, dan betul itu adalah cuka mengkudu, karena diketemukan bakteri cuka didalamnya.

Silahkan baca :

http://naturindonesia.com/mengkudu/hati2-dg-jus-mengkudu.html

http://www.mail-archive.com/kebunku@indoglobal.com/msg00598.html

Tidak lama setelah tamu tersebut memberikan informasi tentang cuka mengkudu, penulis menemui pimpinan Badan POM di Jakarta waktu itu bapak Drs. Sampurno, beliau mengatakan dia cukup pusing karena harus menjawab banyak pertanyaan dari dinas-dinas kesehatan di Idonesia mengenai beredarnya mengkudu haram, kemudian pak Drs. Sampurno melalui jajarannya mengecek mengkudu yang dianggap haram itu yang beliau ambil dari beberapa agen-agen di Jakarta.

Alhasil ternyata Badan POM tidak menemukan angka alkohol 20 % dalam kandungan produk yang dimiliki oleh penulis, yang diketemukan kandungan alkoholnya bervariasi dari 0,32 % s/d 0,85 %, atau di bawah 1 %.

Karena stok cuka mengkudu sangat banyak, maka iseng-iseng kami gunakan untuk melarutkan sari buah mangga, jambu biji, dan rimpang jahe. Hasilnya ternyata luar biasa jus mangga, jus jambu biji, dan jus jahe terasa lezat dan dapat disimpan lama sekali, dari sinilah kami mengetahui bahwa cuka mengkudu ternyata dapat menjadi Natural Preservative atau  pengawet alami yang aman, bagi sari buah maupun sari dedaunan, dan rimpang-rimpangan.

Advertisements

One thought on “Natural Preservative ( Pengawet alami yang aman ). – oleh R . Hindar Boesono

  1. Mohon ma’af, saya ada beberapa pertanyaan terkait dengan konten dari artikel ini :
    1. Apabila jus mengkudu, didiamkan sampai menjadi cuka mengkudu, apakah kadar alkoholnya bisa kembali menyusut ? Berapa kadar alkohol dari cuka mengkudu ?
    2. Agar menjadi cuka mengkudu, tepatnya butuh waktu sampai berapa bulan agar bisa benar-benar berubah menjadi cuka mengkudu ? Jika terkait dengan pengalaman tersebut, berapa lama jus mengkudu tersebut tersimpan di dalam drum ?
    3. Berapa persen dari cuka mengkudu, layak untuk dipergunakan sebagai bahan pengawet sari buah ?
    4. Apabli mengkudu diperam hanya dalam 2 hari, apakah sudah terjadi fermentasi yang menghasilkan alkohol ? Jika kemudian di jus dan di saring, apakah lewat hari kemudian masih terjadi fermentasi mandiri, sehingga berpotensi terbentuknya alkohol ? Bagaimanakan cara untuk menghentikan fermentasi saat di jus setelah 2 hari pemeraman ?

    Terima kasih atas perhatiannya, mohon kesediannya untuk memberikan jawaban adanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s