“ Mengkudu Makan Mengkudu ” – oleh R . Hindar Boesono

Limbah mengkudu atau ampas tetesan atau perasan buah merupakan problem tersendiri bagi pengusaha mengkudu, untuk mengatasi ini telah dibuat riset bertahun-tahun bagaimana cara membuat limbah ini menjadi pupuk tanaman organik ( kompos ) .

Prosesnya memerlukan waktu lebih kurang 3 bulan, dihitung dari dipindahkannya buah mengkudu yang sudah diperas atau di teteskan dari drum ke tempat pengomposan. Bahan yang ditambahkan selama proses pengomposan adalah remasan daun mengkudu tua yang sudah berwarna kuning yang jatuh setiap hari, dan tanah.

Perbandingannya tidak mengikat, bisa lebih banyak daunnya atau lebih banyak limbah buahnya. Ketiganya diaduk rata, disimpan lebih kurang 3 bulan. Setelah proses pengomposan ini telah selesai baru dicampur dengan tanah sekucupnya, untuk menjadi media tanam awal.

Mula-mula kita pindahkan bibit pohon mengkudu ke media tanam itu, dan biarkan akarnya merambah, kemudian kompos limbah mengkudu bisa ditambahkan sebagai pemupukan rutin, sebagai pengganti pupuk yang telah dikonversi oleh pohon mengkudu menjadi buah atau daun mengkudu.

Dengan sistem ini mutu buah mengkudu menjadi lebih baik dibandingkan dengan buah mengkudu liar yang tumbuh dengan bebas dimana saja. Karena kualitas buah lebih baik, maka dapat dijadikan bahan baku ekstraksi untuk membuat kapsul mengkudu. Untuk mengontrol kualitas buah agar tetap terjaga, kita lebih baik menggunakan pot atau drum plastik ukuran besar, minimal 150 liter, yang disamping atau dibawahnya berlubang.

Faktor lain yang sangat penting adalah kontrol penyiraman, tidak boleh kekurangan air, jika kontrolnya kurang bagus itu akan tampak pada pertumbuhan pohonnya. Menurut pengalaman jika mungkin menggunakan air hujan yang ditandon. Tampaknya kandungan nitrogen dari air hujan ini membuat pertumbuhan pohon mengkudu menjadi optimal .

Setelah pohon berumur 4 sampai 5 tahun, akarnya telah merambah memenuhi hampir  seluruh pot atau drum plastik, sehingga perlu peremajaan. Ketika kita membongkar pot atau drum itu kita akan memiliki akar besar maupun akar serabut dalam jumlah lebih kurang 20kg basah, inilah keuntungan terbesar dengan menggunakan pot atau drum plastik, mengingat akar mengkudu paling berkhasiat dibandingkan buah dan daunnya, khususnya dalam pengobatan tumor atau kanker.

Akar mengkudu banyak mengandung damnacanthal, zat anti kanker yang sangat penting dan mahal.

Selain “ Mengkudu Makan Mengkudu “ kompos atau pupuk ini juga dapat untuk menjadi unsur media tanam pohon-pohon ( tanaman ) herbal yang lain, misalnya jahe merah, dan lain-lainnya. Jika untuk menanam jahe ukuran pot nya tentu saja lebih kecil yaitu ukuran 20 liter, jadi jika kita menggunakan metode penanaman ini bisa dikatakan “ jahe makan mengkudu “ .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s